Sabtu, 07 Januari 2012

Review LG Optimus Pro


Salah satu vendor ponsel Android yang cukup konsisten menggeber handset baru adalah LG. Vendor asal Korea Selatan itu baru-baru ini menghadirkan Optimus Pro C660, handset yang menyasar kelas menengah ke bawah.

Bagaimana kemampuan handset berbasis OS Android Gingerbread ini dan apa saja yang ditawarkannya? Mari kita telisik lebih lanjut.

Desain

Di samping layar sentuh cukup lega, Optimus Pro menyediakan keyboard full qwerty. Bukan qwerty gaya slider melainkan menyatu dengan layar, sebuah tren yang barangkali diawali oleh Motorola Charm.

Layar sentuh di Optimus Pro berukuran 2,8 inch dengan keyboard qwerty fisik tepat di bawahnya. Terdapat pula empat buah tombol navigasi. Di sekeliling bodi, terdapat port usb, tombol on/off, colokan headset standar, serta tombol volume. 

Sayangnya tidak ada tombol kamera terdedikasi sehingga pengguna harus puas menjepret dengan tombol virtual. Di bagian belakang terdapat kamera bertuliskan resolusi 3 megapixel tanpa lampu flash dan speaker kecil.


Optimus Pro yang terbuat dominan dari plastik cukup ergonomis dan nyaman dalam genggaman, dengan sudut-sudut melengkung. Tombol keyboardnya berukuran kecil sehingga mungkin kurang nyaman bagi yang ukuran jarinya besar. Keyboard ini juga cukup keras ditekan.

Performa

Layar 2,8 inch di LG Optimus Pro beresolusi 240x320. Tampilan obyek terasa kasar meski masih relatif nyaman dilihat. Operasional layar sentuh bisa dikatakan reponsif, menanggapi dengan cepat perintah yang diberikan melalui sentuhan jari.

Layar Optimus Pro yang memakai user interface Optimus UI ala LG memiliki 5 buah homescreen. Seperti biasa, user dapat menambakan ikon menu favoritnya dengan mudah di homescreen ini.


Keberadaan keyboard fisik qwerty bisa diandalkan pengguna untuk beragam fungsi. Misalnya untuk menulis pesan dalam posisi layar portrait, tampilan layar lebih besar karena user tidak membutuhkan keyboard virtual. Jika user memilih posisi horizontal, keyboard virtual otomatis akan muncul.

Menu aplikasi di handset ini dapat diakses dengan geseran ke bawah. Seperti biasa, aplikasi dari Google tersaji lengkap dan user dapat mendwonload banyak aplikasi tambahan dari Android Market.

Prosesor 800MHz diandalkan Optimus Pro. Tidak cukup istimewa karena rata-rata Android kelas menengah memakai prosesor yang sama. Sedangkan RAM hanya 256 MB. Performanya bisa dipertanggungjawabkan meski agak keteteran jika menjalankan banyak aplikasi sekaligus.


Konektivitas dan Kamera

Browser Optimus Pro cukup menjalankan tugasnya dengan baik dengan kekurangan di sana sini. Resolusi layar yang rendah membuat tampilan website kadang kurang bagus. Perlu dicatat pula bahwa browser tidak mendukung Adobe Flash.

Seperti layaknya ponsel Android lainnya, Optimus Pro dibekali konektivitas lengkap. Seperti HSDPA 3.6Mbps, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot, Bluetooth dan GPS.


Beralih ke sektor kamera yang beresolusi 3 megapixel. Kualitas gambar biasa saja, kadang tak mendetail dan presentasi warna kurang akurat. Pengaturannya juga standar. Perekam video standar berjalan dengan resolusi 640x480 VGA 24fps.

Speaker untuk pemutar musik menyajikan suara yang nendang meski volumenya tidak cukup kuat. Di sektor pemutaran video, handset ini telah mendukung MPEG-4/DivX/Xvid.

LG membenamkan baterai berkekuatan 1.500mAh di ponsel ini. Bisa bertahan kurang lebih satu setengah hari dalam permakaian normal.

Kesimpulan


Optimus Pro memang tidak menyajikan keistimewaan tertentu. Layarnya kurang jernih dan kualitas kamera biasa saja. Namun performanya sesuai dengan harganya yang terjangkau pun desainnya unik. Layar sentuhnya cukup besar dan responsif, serta dilengkapi pula dengan keyboard fisik yang fungsional. Handset ini dapat ditebus pada kisaran harga Rp 1,7 juta.

Kelebihan:

- Layar lega plus keyboard qwerty
- Responsif

Kekurangan:

- Layar kurang jernih
- Tidak ada tombol kamera

Sumber : detikInet.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini